Tampilkan postingan dengan label Berbagi Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi Rasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

MERAJUT BENANG ATAU MERAJUT KATA



Saya baru senang merajut meski masih pemula. Ini karena serangan produksi rajut yang sedang populer baru-baru ini. Saya jadi penasaran bagaimana mereka bisa membuat produk secantik itu. Apa saya bisa membuatnya sendiri? Dulu almarhumah ibu saya pernah mengajari saya merajut sewaktu saya kecil namun saya sudah lupa. Sekarang tutorial merajut bertebaran di internet. Belajar merajut sendiri bukan hal yang sulit. Jadilah saya merajut. Ternyata saya menemukan banyak kesamaan antara merajut benang dan menulis. Pahamlah saya kenapa ada istilah “merajut kata”. Saya jadi membanding-bandingkannya dengan proses menulis. Berikut yang saya bisa temukan dalam perbandingan merajut benang dan merajut kata.

Rabu, 06 Januari 2016

MENDESAIN NOVEL HOROR YANG FILMIS (2)




Sebagai lanjutan tulisan sebelumnya mengenai mendesain novel horor yang filmis ada baiknya kita membedah film untuk mengetahui struktur film tersebut. Saya mengambil contoh film Crimson Peak. Film ini tergolong baru karena baru dirilis bulan Oktober 2015 kemarin. Film ini disutradarai oleh Guillermo del Toro yang pernah sukses dengan film Pan’s Labyrinth (saya nangis nonton film ini). Saya sengaja menulis bagian dari film ini dengan detail karena cara ini salah satu latihan untuk membuat outline novel.

Senin, 04 Januari 2016

MENDESAIN NOVEL HOROR YANG FILMIS (1)


Pernahkah kamu membaca sebuah novel dan setelah selesai membacanya kamu merasa puas dan berkata dalam hati,”Gila, aku seperti menonton sebuah film di dalam kepalaku.”? Novel semacam ini seakan hidup dan bernapas sehingga membuatmu enggan untuk melepaskannya. Bagaimana membuat novel seperti ini? Bagaimana menulis sesuatu yang bisa menjadi film di kepala pembaca?

Minggu, 03 Mei 2015

Apakah TWIST Wajib Hukumnya?




Di bulan Mei yang muram seorang pemuda memutuskan untuk membunuh kekasihnya gara-gara kekasihnya yang manis dan berkulit cokelat tua itu tidak mau ikut dengannya pindah di sebuah kota yang lebih sepi.

5 Elemen Membuat Twist Dalam Novel


Aristoteles menyebut istilah twist sebagai peripeteia. Itulah saat dimana sang tokoh menjerit “Tidakkk!!!” saat dia menghadapi sebuah kenyataan yang dipelintir dari sangkaan sebelumnya.

Senin, 06 Oktober 2014

KENAPA MENULIS NOVEL HOROR






Novel horor identik dengan ketakutan dan tragedi. Rasa takut sudah ada sejak manusia jatuh dalam dosa. Dan di sanalah awal dari sebuah tragedi. Dua hal ini sangat dekat dengan kehidupan. Jika kita memutuskan menulis horor itu artinya kita menulis tentang kehidupan ( sebab kadang hidup itu menakutkan dan berakhir tragis) meskipun pada akhirnya kita akan menulis begitu banyak kematian.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Pengalaman Riset Dalam Menulis Novel



Riset adalah kunci memenangkan sebuah peperangan. Begitu kata Robert Mckee dalam bukunya Story. Saya sudah memercayai hal ini bahkan sebelum menulis novel. Saking percayanya justru hal inilah yang dulu membuat saya tidak juga memulai menulis novel. Karena apa? Sebab saya pikir riset itu sangat berat dan memusingkan. Jika hanya menulis novel saja tanpa riset pasti hasilnya hampa, ringan, dan tidak akan memberi pengetahuan untuk pembaca. Namun keinginan menulis novel terlalu besar hingga akhirnya saya pun menyentuh tahapan ini : RISET.

Jumat, 19 Juli 2013

Bullying Versi Emak-Emak



Saya seorang ibu yang baru saja memasukkan anak saya ke TK. Tiga bulan sebelum ajaran baru saya sudah menitipkan Kaka, anak saya, di playgroup dengan harapan dia bisa bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya. Pada awalnya Kaka mau masuk kelas sendiri dan saya menunggu di luar. Sebulan berlangsung dan tiba-tiba Kaka memaksa saya masuk kelas untuk menemaninya.

Senin, 01 April 2013

Angka Kehidupan




Hidup ada kalanya dihadapkan pada angka-angka. Meski kita mati-matian mengelak dari angka-angka ini namun kadang-kadang kita keceplosan juga dan bahkan ikut menilai. Saat seorang cewek cantik lewat, layaknya pria yang normal sangatlah wajar jika dia bertanya pada temannya. “Menurutmu dari 1-10 cewek itu kamu kasih nilai berapa?” Dan teman pria itu menjawab dengan versinya sendiri sementara pria itu bisa berpendapat dengan versinya sendiri. Seperti kata orang, cantik itu relatif.